Rindu

Tidak ada yang percuma
Termasuk rasa rindu
Yang kerap kali muncul namun hanya mampu berucap dan tak bisa lakukan apa-apa

Rindu kini menjadi pengingatku
Untuk selalu mendoakanmu

🙂
Duri, 24062013

Advertisements

Manusia

Manusia tak pernah berhenti bertanya
Untuk sesuatu yang telah dipastikan kebaikan oleh Tuhannya
Masih saja ia bertanya
Sesekali protes
dan terkadang marah

Tidakkah kita ini makhluk yang lucu?

Untuk kesempurnaan yang telah dijanjikan oleh Tuhan
dan aturan-aturan yang ditetapkan,

Selalu saja kita cari celahnya
Untuk bertanya-tanya
dan sesekali protes

Supaya kesalahan yang kita perbuat
ada pembenarannya.

Bandung, 19 Juni 2011

Fatamorgana

Aku sudah lama membiarkanmu pergi
Karena keberadaanmu memang hanya ilusi
Semu
Namun entah kenapa terasa begitu nyata

Aku sudah lama membiarkanmu pergi
Tapi selalu saja kau muncul tiba-tiba

Sesaat setelah aku lupa.

Jakarta, 10 Oktober 2012
Hampir saja dijuduli FataMORGANsmash :p

Posted from WordPress for Android

Untuk Temankuh xixixi

Sedang bernostalgia di facebook. Jeng jeng! Lihat yang kutemukan! x)

Untuk Teman

by Tya Augustia on Saturday, September 19, 2009 at 12:30am ·

Hey teman,
dengar-dengar kau masih menunggu
menunggu seseorang yang tidak sadar sedang ditunggu

Hey teman,
katanya kau masih setia
duduk manis sambil menyimpan harapan
untuk seseorang yang sudah lama pergi, yang kau inginkan kembalinya

Hey teman,
sadarlah bahwa yang kau tantang sekarang adalah waktu
waktu yang selalu berlalu
waktu yang sedari dulu tak pernah ada manusia yang mampu memutarbaliknya
meskipun hanya sedetik

Hey teman,
kau bilang kau tak tersiksa,
kau bilang kau ikhlas terima semua,
kau bilang kau suka lihat dia bahagia,
tapi kau lupa berkaca

lihat, betapa hancurnya dirimu
terlalu lama bersujud di hadapan masa lalu

kenangan adalah kenangan, teman
seperti foto yang kita tempel di dalam album
hanya mampu kita pandangi sambil senyum sendiri
atau terkadang menangis

Hanya itu.

Hey teman,
kalau jodoh memang tak akan kemana,
tapi kalau ternyata tak jodoh, kau mau bilang apa?

190909
untuk temanku;)

Huahahahahaha. Konon katanya, si teman ini terkadang masih dihantui lewat mimpi sama sosok masa lalunya :p
Aku doakan yang terbaik untukmu temanku hahaha  x)

“Be the Best of Whatever You Are”

by Douglas Malloch

If you can’t be a pine o the sop of the hill,
Be a scrub in the valley – but be
The little scrub by the side of the hill; 
Be a bush if you can’t be a tree 

If you can’t be a bush be a bit of the grass 
And some highway happier make 
If you can’t be a muskie then just be a bass 
But the leveliest bass in the lake

We can’t all be captains, we’ve got to be crew 
There’s something for all of us here
There’s big work to do, and there’s lesser to do 
And the task you must do is the near

If you can’t be a highway the just be a trail
If you can’t be the sun, be a star
It isn’t by size you win or you fail 
Be the best of whatever you are 

Puisi yang sempat rame.

“Dalam Doaku”

oleh Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

 

🙂

“AKULAH SI TELAGA”

AKULAH SI TELAGA

Oleh :

Sapardi Djoko Damono

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;

berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;

berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;

sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja

— perahumu biar aku yang menjaganya

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.