Pemisah Paling Kejam

Bukanlah jarak,
Melainkan waktu

Yang membuat kita hidup di masa yang berbeda

Karena kau sudah memilih
Untuk tinggal di masa lalu saja
Menjelma dalam kenangan

Sebagai pelajaran.

Duri, 27112012 🙂

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Untuk Temankuh xixixi

Sedang bernostalgia di facebook. Jeng jeng! Lihat yang kutemukan! x)

Untuk Teman

by Tya Augustia on Saturday, September 19, 2009 at 12:30am ·

Hey teman,
dengar-dengar kau masih menunggu
menunggu seseorang yang tidak sadar sedang ditunggu

Hey teman,
katanya kau masih setia
duduk manis sambil menyimpan harapan
untuk seseorang yang sudah lama pergi, yang kau inginkan kembalinya

Hey teman,
sadarlah bahwa yang kau tantang sekarang adalah waktu
waktu yang selalu berlalu
waktu yang sedari dulu tak pernah ada manusia yang mampu memutarbaliknya
meskipun hanya sedetik

Hey teman,
kau bilang kau tak tersiksa,
kau bilang kau ikhlas terima semua,
kau bilang kau suka lihat dia bahagia,
tapi kau lupa berkaca

lihat, betapa hancurnya dirimu
terlalu lama bersujud di hadapan masa lalu

kenangan adalah kenangan, teman
seperti foto yang kita tempel di dalam album
hanya mampu kita pandangi sambil senyum sendiri
atau terkadang menangis

Hanya itu.

Hey teman,
kalau jodoh memang tak akan kemana,
tapi kalau ternyata tak jodoh, kau mau bilang apa?

190909
untuk temanku;)

Huahahahahaha. Konon katanya, si teman ini terkadang masih dihantui lewat mimpi sama sosok masa lalunya :p
Aku doakan yang terbaik untukmu temanku hahaha  x)

“Happiness Happens When No One Expects It”

Love is a mangled, tangled, upside-down version of everything wrong with the world.
It’s a multicolored poster hanging on some white wall where all the bad things go.
No one can see it in a knowing sense, but we all know we want it in the present tense.

Love is a nice kid from a mean street.
It’s a supervillain sunset with the hint of a good streak.
A child on their first bike knows exactly what it feels like.
An old twig that sold its soul to the leaves doesn’t.

Love is a good thing on a bad day, when the last thing you want is to be cheered up.
But who am I kidding?… we all need cheering up once in a while when we wake up
and the good Earth won’t smile.

Poems are under Copyright, Chad Sugg Publishing. 2009

source

“Still I Rise”

Still I Rise

by Maya Angelou

You may write me down in history
With your bitter, twisted lies,
You may trod me in the very dirt
But still, like dust, I’ll rise.

Does my sassiness upset you?
Why are you beset with gloom?
‘Cause I walk like I’ve got oil wells
Pumping in my living room.

Just like moons and like suns,
With the certainty of tides,
Just like hopes springing high,
Still I’ll rise.

Did you want to see me broken?
Bowed head and lowered eyes?
Shoulders falling down like teardrops,
Weakened by my soulful cries?

Does my haughtiness offend you?
Don’t you take it awful hard
‘Cause I laugh like I’ve got gold mines
Diggin’ in my own backyard.

You may shoot me with your words,
You may cut me with your eyes,
You may kill me with your hatefulness,
But still, like air, I’ll rise.

Does my sexiness upset you?
Does it come as a surprise
That I dance like I’ve got diamonds
At the meeting of my thighs?

Out of the huts of history’s shame
I rise
Up from a past that’s rooted in pain
I rise
I’m a black ocean, leaping and wide,
Welling and swelling I bear in the tide.

Leaving behind nights of terror and fear
I rise
Into a daybreak that’s wondrously clear
I rise
Bringing the gifts that my ancestors gave,
I am the dream and the hope of the slave.
I rise
I rise
I rise.

Dengan Berat Hati

image

Kepada Mimpi-Mimpi yang Terlupakan,

Pergilah mencari tempat yang lebih baik
Menuju pemeluk yang lebih layak
Kemudian mendekatlah pada pengejar-pengejar
Yang masih saja setia menggapaimu

Tak kan lagi kuanggap mereka pencuri

Kubiarkan kalian bebas
Agar terus hidup
Tak menghilang
Lalu hanyut begitu saja bagai buih-buih di lautan
Atau mati sia-sia di sini.

Pergilah.
Aku sesekali akan menghampirimu dalam ruang memori.

Jakarta, 21 Juni 2012.

Ketika

Ketika laut dan langit bercampur menjadi satu
Dan mengacaukan segala yang berada di antara keduanya

Sementara kita sedang terpisah

Dimana kita bisa berjumpa lagi?

Mungkin di telaga
Atau bisa jadi jelaga
Yang sama

Dimanapun itu
Maukah kau mencariku,
Seperti dulu kau menemukanku?

Jakarta, 29 April 2012

Posted from WordPress for Android

Semu

Di rumah masa depan
Yang kubayangkan adalah kesendirian
Dan sejumlah pertanyaan

Tentang detik demi detik
Yang kuhabiskan
Dalam kesemuan yang tak kunjung usai

Bualannya
Rayuannya
Jebakannya

Hingga dipaksa berakhir

Jakarta, 15 April 2012

Posted from WordPress for Android