Nice Dream ^^

image

Semalam mimpi geje tapi bikin hepi. Gmn gak hepi, secawrah ada si Julian Casablancas hadir di mimpikuh bihihik. Herannya si Jules ini kok kerempeng ya haha dan dia tak seperti Julian yang kutahu. Tapi tetep coooool. Wakaka.

Oh abang Jules sering2lah mampir ke mimpikuh. Karena mampir ke Indonesia is too good to be true, di mimpipun awak udah seneng kali nya. Tapi ajakin Fabrizio Moretti lahhhh, kan aku ngefansnya sama dia. Huaaaa ♥,♥

Dan entah kenapa ada KPK pulak di mimpiku itu halah halah -_-

Posted from WordPress for Android

Nice Dream ^^

Surprise: Richard Linklater Has Completed ‘Before Midnight’ With Ethan Hawke & Julie Delpy | The Playlist

First up, the rumor was Richard Linklater’s “Before Midnight,” the supposed follow-up to “Before Sunrise”/”Before Sunset” was unexpectedly shooting in Greece just a few weeks after Julie Delpy told us that the project had a least a year to go before shooting. Ethan Hawke seemed to echo Delpy’s sentiments recently: he and Linklater were in Greece only writing the film.

All the while our Greek friends at Flix were insisting the film was shooting despite the actors claiming otherwise. Turns out they were right all along (and we should have listened to those emails). Deadline reports that not only was “Before Midnight” — its confirmed official title — shooting in Greece all along, but it’s actually completed its principal photography.

The third film of this trilogy, Delpy and Hawke are obviously reprising their roles as star-crossed lovers Celine and Jesse. The script was once again scripted by Linklater, Delpy and Hawke (they earned a 2005 screewriting nomination for “Before Sunrise”), and obviously they shot this on the sly (for the most part).

The trio released a statement: “It’s great to be back together again, this time in beautiful Greece to revisit the lives of Celine and Jesse nine years after Jesse was about to miss his flight.” This alludes to the end of “Before Sunset,” where Jesse was indeed about to miss his flight back home to the U.S. and possibly finally take a step forward with his relationship with Celine. The ending was quite the cliffhanger. So what happens nine years later? While no sizzle real for “Before Midnight” will arrive in TIFF, buyers will be anxious to hear about it and presumably the film will come along with a 2013 release date when a sale is made. A first look image of the new movie is above.

via Surprise: Richard Linklater Has Completed ‘Before Midnight’ With Ethan Hawke & Julie Delpy | The Playlist.

Kyaaa ❤

Surprise: Richard Linklater Has Completed ‘Before Midnight’ With Ethan Hawke & Julie Delpy | The Playlist

24 ;)

Bwahaha kali ini ngelewatin 17.08.2012 di jalan lintas Pekanbaru – Duri. Mantap kalilah.

Eh tapi jam segitu juga belum lahir deng. Aturan 24 nya itu malam jam 8an ini.

Hmm.

Senangnya lagi ultah gini dan berada di rumah. Dan alhamdulillah juga karena sampe sekarang udah dikasi banyak anugerah dan karunia oleh Allah. Mudah-mudahan umur yang dititipkan ini berkah dan bermanfaat buat semuanya.

Bersyukur sekali rasanya atas kehidupan yang udah dijalani denganjatuh bangun (dangdut haha). Masih dikelilingi orang-orang tersayang, keluarga, pacar, teman-teman :’)

Mudah-mudahan hari-hari selanjutnya bisa terlewati dengan lebih apik dan asik. Tujuan bisa tercapai. Ikhlas ngejalanin apapun yang dikerjain. Makin sayang dan peduli sama sekitar. Dst.

Dah ah..

HBD, Self!

24 ;)

NKOTBSB!!!

June 1st.

Dan malem ini NKOTBSB konser di Jakarta!

Oh.. My.. *Pusing* *kepikiran Nick Carter* *gak dapat tiket* *gak bisa nonton*

Hiks untuk kedua kalinya, skip lagi nontonin si yayang 😦

 

NKOTBSB!!!

Drozzenzola

image

Proyek yang belum usai.

Terlahir ketika saya dipinjamkan buku LOTR oleh Nanda. Lama sekali buku itu saya pinjam dan tak kunjung tamat dibaca. Haha. Akhirnya saya justru pengen bikin cerita semacam itu, dengan latar belakang yang jadul dan tokoh yang banyak.

Jadilah Drozzenzola. Tentang sebuah kerajaan yang terpecah karena kesalahpahaman. Beberapa nama tokohnya saya ambil dari nama teman sekelas yang diplesetkan.

Sayangnya, hingga kini belum juga saya selesaikan. Semalam saya baca ulang. Saya ingat-ingat lagi alur macam apa yang dulu saya persiapkan untuk cerita ini. Ah. Coretan rangka karangannya pun sudah lama hilang.

😦

Saya rindu tenggelam dalam dunia semu yang saya ciptain sendiri.

Posted from WordPress for Android

Drozzenzola

Sepotong Senja

“Sepotong Senja untuk Pacarku”

“…

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata,ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.
Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna.
Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

…”

Lalu, “Jawaban Alina” seperti ini.

“…

Sukab yang malang, goblok dan menyebalkan,

Kamu tahu apa yang terjadi sepuluh tahun kemudian? Tukang pos itu tiba di depan rumah kami. Ya, rumah kami. Setelah sepuluh tahun banyak yang terjadi dong Sukab, misalnya bahwa kemudian aku kawin, beranak pinak dan berbahagia. Jangan kaget. Dari dulu aku juga tidak mencintai kamu Sukab. Dasar bego dikasih isyarat tidak mau mendengarkan. Sekali lagi, aku tidak mencintai kamu. Kalau toh aku kelihatan baik selama ini padamu, terus terang harus ku katakana sekarang, sebetulnya aku cuma kasihan. Terus terang aku kasihan sama kamu Sukab, mencintai begitu rupa tapi tidak tahu yang kamu cintai sebetulnya tidak mencintai kamu. Makanya jangan terlalu banyak berkhayal Sukab, pakai otak dong sedikit, hanya dengan begitu kamu akan selamat dari perasaan cintamu yang tolol itu. Tapi bukan cinta taik kucing ini yang sebetulnya ingin ku ceritakan padamu Sukab. Soal cinta ini sama sekali tidak penting.

…”

Jatuh cinta deh sama tulisan Seno Gumira Ajidarma ini. Hahaha.

Sepertinya saya akan mulai mencari buku-buku beliau.


Sepotong Senja