Krisis Air pt.2 *wak wawww*

Kelanjutan dari postingan sebelumnya,

Jadi sampe saat ini air kosan masih belom nyala sodara2! Oh. Em. Ji. Terpaksa kita kembali bergotong royong mengangkut air lagi dari ujung gang. Hadehhh.

Begitu terasa sekarang, betapa ‘sesuatu’nya tagline “Air su dekat” sebuah iklan itu wakakak.. Asli deh. Ampooon. Panas berpanjangan namun gerimis tak kunjung mengundang.

Ngomong-ngomong soal kerjaan, mulai hari ini kita setim dipindahin (lagi) ke wisbak 1 lantai 5. Yuk mari.

Lantai 5 itu sebenernya workspace pertamaku di perusahaan ini. Suasananya agak suram karena gak kena cahaya matahari dan gak deket jendela. Terus ya gak ada kulkas dan pantrynya jauh hiks hiks hiks. Aku jadi gak bisa cemilin es batu lagiiii.. Cedihnya. Dan toiletnya masih bagusan yang di wisbak 2. Huft 😦
Oiya gorengannya juga lebih mahal 500! Wakaka *penting.

Tapi ws ku yg dulu persis, ditempatin ogi sekarang.

Gak nyangka akan berhello dan goodbye dari lantai yang sama. Hahahah *semakin dramatisir.

Ini poto-poto drama pindahannya hahahaha.

image
sinung memeluk monitor
image
#np gugur bunga LOL
image
where the magic happens wawww
image
oopsie! 😉

Tak sengaja menemukan majalah lelaki dewasa di lacinya siapa gitu. Dan ada Reza Rahadian nya bihihik :”>

Ternyata dia suka berenang. Trs katanya kalo mau sehat kurangi minum teh kemasan. Oke bang Eja. Adek ikutin saran abang. Hahaha…

Semoga esok ada perbaikan dari hari ini. Kalo gak berarti kita orang yang merugi. ZEMANGAT!

Posted from WordPress for Android

Krisis Air!

Dari kemarin hingga saat postingan ini dibikin, air di kosan habis total.

Ini bukan pengalaman pertama sih. Dulu pas ngekos di Bandung, di kosan juga sering kejadian seperti ini. Ngeselin. Tapi seringkali membuahkan kejadian yang lucu.

Nah, kosanku di Jakarta ini, dulu-dulunya gak pernah kering sampe kerontang kayak gini kalo kata si Mbak. Sekarang tuh udah kayak dimana ya. Kayak gurun mungkin. Dan aku curiga mungkin sebentar lagi aku akan melihat oasis di balkon atas haha.

Ternyata, gosip punya gosip, satu gang ini udah banyak rumah yang kekeringan air. Kan emang udah lamaaaaa sekali gak hujan. Kemarau berkepanjangan. Dan menurut isu yang berkembang di kalangan warga, semua ini akibat pembangunan apartemen mewah yang di belakang kosan! Iya, apartemen yang M M an dan laku itu! Wow.

Akhirnya kemaren bersama Mbak dan anak-anak kosan gotong royong ngangkut air berember-ember dari depan kosan. Karena si proyekan apartemen itu berbagi air lewat selang untuk warga.

Wakakak ampun deh. Kalo udah kekeringan gini mau salahin siapa ya. Gubernur? Presiden? Kapitalis yang tega dan gak mikirin imbas proyekannya? Apa mau komplen ke Tuhan? Atau manusia2 yang boros pake air?

#HuftMoment sekali yah. Sekarang aku bagaikan koboy yang mandinya cuman 5 gayung :))

You never know what you have until you lose it itu benar adanya. x)

Posted from WordPress for Android

Jakarta Hari Ini

image

Hari ini Jakarta diramaikan aksi demonstrasi dan unjuk rasa menolak kenaikan BBM. Beberapa kantor membiarkan karyawannya pulang lebih awal dari biasanya supaya terhindar dari macet dan rusuh yang mungkin saja bisa ditimbulkan. Beberapa jalan ditutup. Beberapa jalan yang biasanya ramai, lengang.

Di timeline Twitterku, banyak yang mendukung aksi ini, namun banyak pula yang menghujat. Beberapa ada yang belagak paling paham seolah benar-benar tau masalah di balik semua ini. Ada pula yang naif. Ada yang optimis dan ada yang pesimis. Ada yang gak peduli dan masabodo.

Same old sith gak sih ini sebenernya?

Posted from WordPress for Android

Lupa Sedikit

Ketika kita sudah benar-benar lelah, sakit kepala, pusing, memikirkan masalah yang seperti tidak ada jalan keluarnya, bagai mengelilingi lingkaran setan, penuh carut marut, sumpah serapah pun entah sudah berapa kali terlontar.

Namun keadaan tidak kunjung berubah.

Caci maki dan emosi yang menguras energi semakin hari tampak membuahkan kesia-siaan.
Seolah-olah hanya membunuh diri sendiri secara perlahan.

Lalu kita pada akhirnya pasrah.
Mungkin menyerah.
Tapi di titik terendah ini pulalah seringkali kita tersadar.
Setelah sekian lama lupa.

Lupa untuk bersabar.

Jakarta, 11 Maret 2012
Habis misuh-misuh :p

Dibuang Sayang

Seharian ini saya berusaha ngerapihin kamar. Beberes sisa-sisa pengerjaan TA, arsip-arsip gak guna, dan ngelompokin barang-barang mana yang mau dipulangin ke rumah di Duri.

Jujur aja, ngeberesin kamar ini kegiatan yang mengasyikkan sekaligus menyedihkan. Karena saya tipe orang yang sayang buat ngebuang barang-barang yang menurut saya suatu hari nanti bakal diperlukan. Minimal perlu buat dikenang. Hahaha. Jadi udah gak heran lagi kalo tadi saya sampe nemu:

KARTU TANDA PESERTA SELEKSI MAHASISWA BARU BERSAMA. Yaitu kartu tes masuk STT Telkom tahun 2006. Lengkap juga dengan formulir-formulir SMBB waktu itu sampe jadwal kegiatan mahasiswa barunya, mulai dari PDKT sampe mentoring.

KARTU PRAKTIKUM. Mulai dari praktikumFisika Dasar,Teknik Digital, Microprosessor dan Antarmuka, Rangkaian Listrik, Elektronika,Pengolahan Sinyal Digital, Sistem Komunikasi, Switching,dan Dasar Transmisi. Sebagian kartu masih ada sama fotonya segala zzzz. Jadi ingat jaman-jaman suram ngerjain TP sampe subuh sehingga suka ketiduran di kelas pagi. Ngapain coba ngerjain TP sampe subuh??!! Hahahahhaa.Hanya mahasiswa semester segitu yang paham. Oiya dikumpulnya juga sebelum jam 7 pagi. Ckckckc niat..niat.

Buku Profil UPT Perpustakaan STT Telkom. Hahahaha ini pas awal-awal masuk kuliah dulu mahasiswa baru disuruh ikutan semacam orientasi perpustakaan gitu. Haha masih ada aja.

BUKTI TRANSFER. Mulai dari transfer uang masuk kuliah pertama kali, transfer uang kuliah semester reguler, sampe semester pendek. Hahahahazzzzzz.

KARTU STUDI MAHASISWA. Mulai dari KSM reguler sampe semester pendek. Berbagai semester dan berbagai tahun. Meskipun gak lengkap. Mulai dari Ka BAA nya pak Lisol Hadiwijaya sampai Bu Rita Magdalena. Hahahaha.

Arsip-arsip Kerja Praktek. Huff.

KARTU PERWALIAN warna kuning yang masih perawan hingga kini tak tercemar sedikitpun sama tinta. Hehehehhehe. Tercemar sih dikit.

Berkas-berkas TA. Korban-korban salah ngeprintlah, kertas-kerta bekas dibikin Braille buat data TA, daaaaaan lain sebagainya. Huhuhu kenyang deh ni pemulung kertas.

Semua berkas-berkas ini saya kumpulin tadinya dalam map plastik. Pas diliat isinya.. WOW. Hahahaha. Dulu saya kebiasaan ngumpulin macam-macam berkas habis registrasi semesteran sih. Sekarang saatnya berkas-berkas ini istirahat dalam damai di tangan yang seharusnya, yaitu pemulung kertas dan pendaur ulangnya.

Selamat jalan saksi-saksi bisu yang menemaniku dari tahun 2006 :’)

 

“They say that time assuages..”

They say that time assuages

Time never did assuage

An actual suffering strengthens

As sinews do, with age

 

Time is a test of trouble

But not a remedy

If such it prove, it prove too

There was no a malady

-Emily Dickinson (1830-1886).

 

Taken from the Selected Poems of Emily Dickinson.

Young and Free

Wew, it’s been a month being a jobsicker eh jobseeker :p

Sebulan wisuda dan jadi tanggungan negara rasanya useless gini ya! Hahaha. Pahit getirnya mencari kerjaan mulai kerasa, semacam lagunya Iwan Fals “Sarjana Muda” (lebay). Padahal nyari kerjaan sekarang gak setragis jamannya si Doel juga sih, bawa-bawa map dari satu kantor ke kantor lain, di Jakarta pula. Bah. Haha thank God for technology sehingga apply kerjaan bisa online sambil bobok-bobok di kasur. Tapi tetap aja sih tragis karena saingannya sekarang ampun-ampunan, apalagi untuk lowongan-lowongan yang bisa lintas jurusan. Yang konon menurut film 3 idiots hal tersebut gak baek hahaha. Tapi ya gimana namanya juga butuh dana buat hidup.

Hehehe.

Seperti yang dibilang pendahulu-pendahulu sebelumnya, butuh ekstra kesabaran untuk menanti kerjaan. Bwahaha. Lagi-lagi sabar. Patience. Gak di Al Qur’an, hadits, pesan orang tua, bahkan di Star Wars pun berkali-kali “patience” ini disebut-sebut sama para Jedi, bahkan oleh The Emperor. Dan jadi judul lagu Guns N Roses pula :))

All we need is just a little patience..

Ok. Sabar.

Hmm lantas untuk mengisi waktu yang sangat luang ini, selain dengan apply kerjaan, saya juga ngisi kegiatan dengan menonton banyak film-film lama hehe. Nonton ulang film-film yang udah dibakar, nonton ulang serial korea yang banyak itu, nonton ulang Star Wars dari I-VI, nonton film yang udah didonlod dari kapan taun, nonton apa aja boyeh. Ah.. kalo aja nonton satu film dibayar sepuluh ribu kan lumayan juga nih wkwkwk.

Ngomong-ngomong bulan April udah mau beres aja. Artinya sepertiga tahun ini akan segera berlalu. Dan kalo diliat lagi wishlist 2011 yang penuh harapan dan target macam-macam, agak speechless dan pengen nangis juga. Soalnya dari 15 point, baru tercapai yang nomor 1. Hiks.

Dan o.O ternyata nyari kerjaan itu jadi point terakhir no 15.

Ups.

Hmm.

Hpppffhhh.

😐

Mungkin bisa ngejar target-target yang lain dulu kali ya.

Mudah-mudahan bisa melalui fase ini dan dapetin jalan yang terbaik 🙂

D U R I*

Sepanjang masa ngeblog, belum pernah rasanya saya nyeritain kota alias kecamatan yang membesarkan saya hingga kini.

 

source: skyscrapercity.com

 

Riau, setahu saya, adalah salah satu provinsi yang turut berjasa memberikan devisa yang besar kepada negara sebagai penghasil minyak. Saya tumbuh dan dibesarkan di Duri, sebuah kota kecil yang jarang-jarang masuk Atlas seolah kurang diakui wkwkwk, padahal di bawah tanahnya -setahu saya- mengandung cadangan minyak yang lumayan banyak berbarrel-barrel dan di atas tanahnya tumbuh berhektar-hektar sawit sebagai penghasil minyak sawit. Minyak mentah ini, kalo gak salah adalah yang terbesar se-Indonesia. Itu yang saya ingat sewaktu SMP dulu pas belajar geografi. Sekarang gak tau juga, apakah produksi minyaknya udah semakin turun atau gimana.

Tapi, yang jelas, Duri dan sebagian besar daerah di Riau ini kondisinya cukup memprihatinkan.

Pertama, kondisi jalan raya. Seumur-umur hidup di Duri, saya sekeluarga gak pernah puas sama jalan aspalnya. Bentar-bentar rusak. Itu baru jalan raya di dalam kota. Untuk jalan raya lintas daerah lebih OFF lagi kondisinya. Misalnya lintas Pekanbaru-Duri. Mengingat truk-truk raksasa suka lewat, jadi gak heran juga sih. Apalagi menurut seorang teman, kondisi tanah di Riau (Esp. Duri), kemungkinan emang gak bagus buat diaspalin. Bikin aspalnya gampang rusak. Tapi mestinya diakalin dong, dicari takaran aspal yang baik untuk jalan lintas dan kondisi tanah seperti itu. Kan udah bertahun-tahun, masak gak belajar dari yang udah-udah sih? Ya kan? Mungkin bisa dibagusin standar aspalnya? Tau deh kalo dananya emang kepake buat hal-hal lain. ZZzzz.

 

source: skyscrapercity.com

Btw, rusak yang saya maksud di sini bukan sekedar bopeng-bopeng kecil kayak wajah yang lagi jerawatan loh, tapi betul-betul cacat, sampe bergelombang bersenti-senti, dan berpotensi meningkatkan kasus kecelakaan. Nanti kapan-kapan saya kasi dokumentasinya disini.

Beritanya bisa dibaca di sini, sini, sini, atau search aja google dengan keywords “Kondisi jalan di Riau”. Pasti yang keluar seputar kerusakan. Fufufu.

 

Yang kedua, krisis listrik. Ini juga udah mengabad kasusnya. Dari jaman saya SD dan suka nelpon ke 123 lalu minta si operator nyalain listrik, sampeeee sekarang saya udah mau lulus kuliah dan ngerti kalo operator 123 itu gak mampu nyalain listrik. Hahahaha. Yang terakhir paling parah pas tahun 2009. Pemadaman bisa sampe 12 jam dalam sehari (sumbernya adalah keluarga di sana dan berita dari sini). Akibatnya hampir setiap rumah tangga di Pekanbaru terpaksa beli Genset demi memenuhi kebutuhan listriknya. Dan baru-baru ini dikabarkan PLN sedang melakukan perluasan jaringan, sehingga kejadian lagi deh itu pemadaman bergilir sekitar 9 jam sehari (sumbernya dari sini). Kemungkinan besar penyebabnya adalah minimnya infrastruktur kelistrikan dan pasokan listrik Riau yang hanya bergantung dari PLTA (sumber dari sini). Jadi kalo udah kemarau dan kekeringan, siap-siap aja puasa listrik. Yah mungkin next time bisa dikembangkan teknologinya dengan memanfaatkan nuklir. Atau solar cell aja kali ya ntar kalo udah murah.

Eh tapi baca di sini, katanya PLTU yang rusak mau dibenerin dan di sini katanya mau dibangun PLTD di Dumai dan PLTG di DURI! Hahaha. Mudah-mudahan bisa jadi solusi untuk krisis energi yang berkepanjangan ini dan tak sekedar wacana ya.

 

Dan terakhir, krisis BBM. Ini ironis sekali. Terdengar sangat absurd, mengingat Duri itu sendiri adalah penghasil minyak mentah terbesar seIndonesia (kata wikipedia sampe 60%). Jadi entah gimana ceritanya bisa sampe kekurangan. Apakah ada masalah dalam pengolahannya, distribusinya, atau apa, tentu saja masyarakat awam sulit mengerti dan gak terima. Kan kita taunya daerah kita ini sumber minyak. We dont know and we dont care, pokoknya kelangkaan BBM ini tidak seharusnya terjadi. Kecuali ada penjelasan yang betul-betul masuk akal sehingga bisa dimaklumi. Beberapa hari ini, harga bensin eceran bisa sampe 20 ribu per liter. Antrean di SPBU tampak menyeramkan. Bisa dibaca beritanya di sini, sini, dan sini. Sore ini, baca situs berita, katanya udah mulai lancar lagi pasokan BBM nya. Fyuh. Mudah-mudahan gak kejadian lagi.

 

Selain kasus-kasus di atas, masih banyak kayaknya kasus lain menyangkut kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di daerah Riau. Belum lagi untuk kasus Illegal Logging dan bakar hutan seenak jidat sampe asapnya kemana-mana, sampe-sampe dulu saat masa sekolah selalu ada istilah “libur asap” karena bahayanya kondisi udara. Jadi kalo dilihat-lihat mungkin hampir sama mirisnya sama kondisi di daerah Papua sana. Provinsi yang kaya akan hasil alamnya, tapi kesejahteraan penduduk aslinya justru masih jadi pertanyaan. Atau kalo kita lihat dalam skala yang lebih besar, memang seperti itulah keadaan bangsa Indonesia yang konon katanya kaya raya ini. Disetir.

Gak tau juga mau nyalahin siapa untuk krisis-krisis dan masalah di atas. Basi kayaknya kalo mau bawa-bawa pemerintah karena saya sendiri gak punya data dan bukti. Di samping, hal itu juga kayaknya udah jadi rahasia umum. Cukup tau sama tau. Apalagi tanpa kita sadari, jangan-jangan kita juga turut berpartisipasi memperkeruh keadaan.

Apapun itu, semoga semuanya bisa diatasi. Supaya anak cucu kita nanti bisa ngerasain asyiknya hidup di Duri, Riau, Indonesia.

 

*Opini saya, dengan tambahan dari berbagai sumber yang udah disisipkan linknya.

 

Cuci mata:

All about Riau: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1158109

Duri (inside the camp): http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=540748&page=17

Duri (outside the camp): http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/07/20/kota-minyak-bukan-jaminan-gak-antri-minyak/