Parenting 101 :p

Setelah liat2 kesana kemari, dengerin cerita orang2, nonton acara2 TV serta berita, sepertinya bisa disimpulkan..

Bahwasanya yang dibutuhkan oleh (calon) anak2 kita (kelak) hanyalah panutan yang baik dan nyata: orang tuanya.

Katanya gak ada orang tua yang sempurna. Tapi meskipun begitu, tetep aja para ortu harus belajar setiap saat utk menjadi lebih baik…

Sebagaimana ortu menginginkan anak2nya soleh dan solehah, anak2nya pun sebenernya menginginkan hal yg sama (okehsip).

Mungkin itu juga yang dibutuhkan negara ini kali ya (eaakk). Di samping mikirin urusan yang besar2, cobalah benerin yang terdekat dulu. Dari keluarga sendiri misalnya. Ngutip Aa Gym (kalo gak salah), “Mulailah kebaikan dari diri sendiri, dari yg terkecil, dan dari yang terdekat.”

Hahaha menjadi ortu rupanya tidak mudah. Dan gak ada tamat2nya selama hayat dikandung badan 🙂

image

😉

Parenting 101 :p

Manusia

Manusia tak pernah berhenti bertanya
Untuk sesuatu yang telah dipastikan kebaikan oleh Tuhannya
Masih saja ia bertanya
Sesekali protes
dan terkadang marah

Tidakkah kita ini makhluk yang lucu?

Untuk kesempurnaan yang telah dijanjikan oleh Tuhan
dan aturan-aturan yang ditetapkan,

Selalu saja kita cari celahnya
Untuk bertanya-tanya
dan sesekali protes

Supaya kesalahan yang kita perbuat
ada pembenarannya.

Bandung, 19 Juni 2011

Manusia

Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, melewati hari raya kurban ini jauh dari ortu. Dan masih belum ikut kurban. Kenapa cobak?!

Karena gak ngeh kalo udah waktunya pesan-pesan kurban hiks. Gak nyadar kalo udah mau Idul Adha. Akibatnya seminggu sebelum hari H nya baru nyari ya udah pada tutup. “Basi lo!!”, kata kambing-kambing.

Kalo kata Papa, “Terlalu sibuk ya sama urusan dunia..”

Jeder 😦

Sad but true. Keseringan nih kayak begini. Dunia, engkau hanya persinggahan tapi kenapa begitu menarik dan melenakan? Semakin hari sepertinya makin seksi aja deh kamu, oh Dunia…

Btw tadi sholat deket kosan dan khatibnya bersemangat. Isi ceramahnya seputar naik Haji:

-kalo bisa  berhajilah selagi masih muda. Karena ibadah haji ini pake fisik juga.
-mampu itu relatif. Yang penting niat.
-salah kaprah mengira orang yang udah menunaikan Haji bakalan ma’sum alias suci dr dosa. Yang namanya manusia pasti gak luput dari kesalahan meskipun udah Haji atau belum. Tapi dengan menyadari bahwa dirinya udah Haji, seenggaknya itu bisa jadi pengingat ketika akan berbuat salah.
-banyak yang menyalahgunakan urusan naik haji ini. Entah petugasnya ataupun calonya. Ada yang ketipu saat kurban di tanah suci sana, aturannya kurban buat berapa org malah jadinya berapa. Sebaiknya kita saksikan sendiri pelaksanaan kurban tsb.
-baru tau ada program naik Haji ngutang dulu ke Bank. Emg jeli ya dasar..
-baru tau juga kalo unta itu hewan yang paling pasrah ketika akan disembelih. Merendahkan dan menundukkan dirinya. Huaaa aku cedih membayangkannya. Subhanallah sekali yah..

Sekarang aku jadi pengen pelihara unta haha. Nggak deng. Tapi ini dramatis sekali ya kalo dipikir-pikir. Luar biasa sekali Nabi-Nabi Allah itu. Semuanya dikasi ujian yang spektakuler. Dan mereka semua kuat menjalaninya. Dan tetep aja patuh. Ikhlas sepenuh hati menjalankan kehidupan HANYA KARENA ALLAH dan untuk beribadah kepada Allah. Gak banyak cincong dan protes macam-macam ke Allah. Gak kepikiran untuk menggugat takdir dan Allah padahal itu kan menggalaukan sekali.

Nabi Ibrahim mencintai anaknya, namun rasa sayangnya itu gak membuatnya lalai pada perintah Allah. Begitu juga Nabi Ismail. Beliau masih muda padahal waktu itu. Tapi udah ngerti dan takwa, sehingga ikhlas juga mengikuti perintah Allah dan mendukung Ayahnya. Huaaa mengharukan.

Bayangkan kalo kejadian di kita. “Kak, Papa dpt perintah untuk menyembilih kakak..”

“Apa??! Papa udah gak sayang sama kakak?”

Malah jadi FTV.

Maha Suci Allah yang memang sudah berjanji hanya akan memberikan ujian sesuai batas kemampuan manusia. Memberikan amanat hanya kepada orang-orang yang tepat. Pantesan dikatakan bahwa cobaan dan ujian itu menaikkan derajat kalo kita ikhlas menjalaninya.

Kalau dibandingkan cobaan yang dihadapi Nabi-Nabi dulu, aku jadi merasa cupu karena gampang galau stress, depresi, dan ngamuk-ngamuk ketika punya persoalan kecil aja. Haha.

Ini PR besar.

Posted from WordPress for Android

Idul Adha

Musyrik (?)

Sebuah titik pandang dari sudut yang berbeda nih.

“Kita tak bisa menilai orang yang berbuat apapun dengan tuduhan syirik. Dia berkomat kamit dengan sajen dan mandi sumur tujuh rupa dan segala macam kebiasaan orang kafir lainnya, ini merupakan adat istiadat biasa, tak mungkin kita mengatakannya musyrik hanya karena melihat perbuatannya, kecuali ia berikrar dengan lidahnya.

Satu contoh, seorang muslim mandi air kembang, berendam di air mawar, lalu menaruh keris di pinggangnya, lalu menyalakan kemenyan, lalu ia shalat, musyrikkah ia?

dan orang lain mandi dengan shower, berendam di air hangat, menggunakan busa mandi, lalu menaruh pistol dipinggangnya, lalu menyemprotkan pewangi ruangan, lalu shalat, musyrikkah dia?

Apa bedanya? keduanya melakukan kebiasaan orang kafir..”*

Wkwkwk.

Ada benernya juga. Ternyata kita gak boleh buru-buru menilai keimanan seseorang dari luarnya aja, karena ada yang disebut dengan “hati”. Begitu dalam dan rahasianya si hati ini, sehingga tidak ada yang mengetahui kecuali Allah swt dan dia sendiri. Apalagi soal musyrik gak musyrik.

Burung Irian, burung Cendrawasih. Cukup sekian dan terimakasih.

*dikutip dari mana yah, lupa.

Musyrik (?)

Tweet Pick: Finally getting the hang of this ‘wake up every morning and do basically the same thing with different complaints until you die’ thing. @KaseyAnderson | Happy Place

Finally getting the hang of this “wake up every morning and do basically the same thing with different complaints until you die” thing.

via Tweet Pick: Finally getting the hang of this ‘wake up every morning and do basically the same thing with different complaints until you die’ thing. @KaseyAnderson | Happy Place.

Tweet Pick: Finally getting the hang of this ‘wake up every morning and do basically the same thing with different complaints until you die’ thing. @KaseyAnderson | Happy Place