Parenting 101 :p

Setelah liat2 kesana kemari, dengerin cerita orang2, nonton acara2 TV serta berita, sepertinya bisa disimpulkan..

Bahwasanya yang dibutuhkan oleh (calon) anak2 kita (kelak) hanyalah panutan yang baik dan nyata: orang tuanya.

Katanya gak ada orang tua yang sempurna. Tapi meskipun begitu, tetep aja para ortu harus belajar setiap saat utk menjadi lebih baik…

Sebagaimana ortu menginginkan anak2nya soleh dan solehah, anak2nya pun sebenernya menginginkan hal yg sama (okehsip).

Mungkin itu juga yang dibutuhkan negara ini kali ya (eaakk). Di samping mikirin urusan yang besar2, cobalah benerin yang terdekat dulu. Dari keluarga sendiri misalnya. Ngutip Aa Gym (kalo gak salah), “Mulailah kebaikan dari diri sendiri, dari yg terkecil, dan dari yang terdekat.”

Hahaha menjadi ortu rupanya tidak mudah. Dan gak ada tamat2nya selama hayat dikandung badan 🙂

image

😉

Bebas?

There’s no such thing as freedom of speech.

Liat aja berapa banyak orang-orang yang diserang gara-gara sembarangan bebas ngomong. Sejak jaman dulu. Bahasannya bisa apa aja.

Pantesan kita disuruh mikir sebelum ngomong. We never know how people will react. Apakah orang akan tersinggung, marah, cuek, atau malah mendukung. Tapi langkah paling amannya jelas mengendalikan diri termasuk omongan.

Jadi bisa disimpulkan prinsip seperti ini tidak berlaku dalam kehidupan nyata:

image

Bayangkan kalo Pak Calon Hakim yang lagi tenar gara-gara guyonan gak lucunya itu ngomong kayak begitu.

Jadi ingat di timeline twitternya, Farid Gaban dan Alissa Wahid pernah diskusi soal apakah kita bisa berpakaian sesukanya tanpa peduli apa dampak sosial dan akibatnya. Menurut mas Farid, pemikiran kayak gitu egois sekali. Dan kasus perkosaan itu sendiri memang mutlak kesalahan pelaku, tidak ada pembenaran untuk kelakuan mereka, namun kita bisa mencegah dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kasus tsb dari mengatur cara bergaul, berpakaian, dll.

Sebagaimana ibu-ibu kalo gak mau dirampok perhiasannya, emasnya, jangan dipake mencolok dan sembarangan lebih-lebih di tempat umum. Meskipun dia berhak, mampu, dan sanggup untuk berhebring ria.

Seenggaknya tuh kalo kita udah berjaga-jaga, berhati-hati, namun pada akhirnya kecolongan juga, kita bisa memperkecil kemungkinan menyalahkan diri sendiri lalu stress. Ibarat menjaga unta, meskipun kita percaya Allah akan menjaganya, tapi kalo ditinggal di luar harus tetap ditambatkan. Apabila hilang juga, artinya kita harus ikhlas soalnya itu berarti udah takdir. Harga mati udah.

Bener gak? Ini banyak sok taunya dan penuh opini pribadi sih. CMIIW, please.

Peace 😉

Posted from WordPress for Android

Kids These Days

Parents nowadays tell their kids to stand up for themselves and not to listen to anyone. Thus the kids block themselves from the words of wisdom because they are told from an early age not to listen to anyone.

School kids won’t even listen to their teachers. Parents won’t even give their kids advice on how to be a good citizen. They won’t bother to raise their kids to be respectable people in society. They have given up their parental role to the media, TV stations and radio stations.

via BEING IN LOVE VS WEDDING RINGS.

Krisis Air!

Dari kemarin hingga saat postingan ini dibikin, air di kosan habis total.

Ini bukan pengalaman pertama sih. Dulu pas ngekos di Bandung, di kosan juga sering kejadian seperti ini. Ngeselin. Tapi seringkali membuahkan kejadian yang lucu.

Nah, kosanku di Jakarta ini, dulu-dulunya gak pernah kering sampe kerontang kayak gini kalo kata si Mbak. Sekarang tuh udah kayak dimana ya. Kayak gurun mungkin. Dan aku curiga mungkin sebentar lagi aku akan melihat oasis di balkon atas haha.

Ternyata, gosip punya gosip, satu gang ini udah banyak rumah yang kekeringan air. Kan emang udah lamaaaaa sekali gak hujan. Kemarau berkepanjangan. Dan menurut isu yang berkembang di kalangan warga, semua ini akibat pembangunan apartemen mewah yang di belakang kosan! Iya, apartemen yang M M an dan laku itu! Wow.

Akhirnya kemaren bersama Mbak dan anak-anak kosan gotong royong ngangkut air berember-ember dari depan kosan. Karena si proyekan apartemen itu berbagi air lewat selang untuk warga.

Wakakak ampun deh. Kalo udah kekeringan gini mau salahin siapa ya. Gubernur? Presiden? Kapitalis yang tega dan gak mikirin imbas proyekannya? Apa mau komplen ke Tuhan? Atau manusia2 yang boros pake air?

#HuftMoment sekali yah. Sekarang aku bagaikan koboy yang mandinya cuman 5 gayung :))

You never know what you have until you lose it itu benar adanya. x)

Posted from WordPress for Android

You Think You’re Right

Jaman sekarang ini, emang lebih gampang mencari pembenaran. Karena kebenaran itu semakin hari semakin dilogikakan, dipikir-pikir, rasanya seolah udah gak cocok sama gaya hidup manusia yg (so called) modern ini.

Batas-batas kebenaran semakin bias. Sampe manusianya sendiri gak sadar bahwa tindakannya itu salah. Gak jelas mana yang salah mana yang benar. Apapun kesalahan yang dilakukan, selalu tersedia alasan. Alasan yang membuat dia ngerasa gak salah. Alasan yang membuat kebenaran itu gak masuk akal. Kuno. Gak jaman. Konvensional. Kaku.

Hhh. Ini kali yang disebut dengan bertarung dengan diri sendiri. Melawan hawa nafsu. Berusaha mempertahankan kebenaran yang mulai berbenturan dengan apa yang kita mau (dan kita pikir benar).

Susah dan melelahkan sekali ternyata ya. Karena gak jarang, ini seperti berenang melawan arus.

Pada akhirnya yang bisa kita lakukan hanyalah menjaga apa yang udah kita yakini aja. Memperkuatnya. Mengokohkannya. Biar kita gak ikutan bimbang dan meragu, lantas hilang arah.

Posted from WordPress for Android

Justice and Vengeance

“I don’t care about the law. I care about justice, and justice says machado deserves to suffer.”

“That’s not justice. It’s vengeance.”

“What’s the difference?”

 

Jane and Lisbon, The Mentalist.

Malesin

Lagi-lagi kembali lagi ke teori satu ini.

Karena emang kita gak punya kontrol atas isi kepala orang, gimana dia memandang kita, mengkategorikan dan mengkotak-kotakkan kita, dan yang dia tau standarisasi dia udah yang paling benar dan akurat.

Maka yang bisa kita lakukan cuma stay on the right way, tetep kalem, dan do the best.

Habisnya mau gimanapun juga, mau jungkir balik, mau sekeras apapun usaha kita, mau sevokal apapun pembelaan kita, tapi kalo ybs ngotot dengan asumsinya, ya udah, gak bakalan dia peduli. Dan kalo udah gitu, kita sendiri juga yang capek dan makan ati.

Lagipula bukan urusan kita juga sih. Sepanjang gak mengganggu dan menghalangi langkah kita.

Kayak quote yang suka beredar itu,
Kita cuma bertanggung jawab sama ucapan dan tindakan kita. Soal gimana orang menganggapnya dan mengasumsikannya, ya urusan dia.

Hadeuh capek mah kalo mau bikin hepi semua pihak ya ^^

Posted from WordPress for Android

Empati

Empati tidak perlu dipaksakan. Biarlah ia muncul begitu saja, timbul dari hati nurani manusia. Agar tak punah sesuatu yang disebut dengan “ketulusan”.

Posted from WordPress for Android