Primal Fear (1996)

image

“Why gamble with money when you can gamble with people’s lives? That was a joke. All right, I’ll tell you. I believe in the notion that people are innocent until proven guilty. I believe in that notion because I choose to believe in the basic goodness of people. I choose to believe that not all crimes are committed by bad people. And I try to understand that some very, very good people do some very bad things.”

Film ini berkisah tentang Martin Veil (Richard Gere), seorang pengacara terkenal dan agak songong karena seringkali memenangkan kasus di pengadilan, yang tau-tau mengajukan diri untuk menjadi pengacara Aaron (Edward Norton), anak muda yang menjadi tersangka pembunuhan seorang pendeta.

Martin Veil ini niat bangetlah ngebelain si Aaron yang menurutnya gak bersalah. Karena Aaron, setelah dikenalinya, ternyata memiliki kepribadian ganda atau alter ego atau gangguan jiwa gitu. Jadi seharusnya Aaron bisa mendapatkan keringanan hukuman atas perbuatannya itu.

Berkat kepiawaian Martin, berhasilah dia menolong Aaron di meja hijau.

Nah, tetapi kemenangan tsb pada akhirnya gak bikin dia bangga dong. Malah ngerasa kayak dipecundangi kali ya *sotoy. Mengapa oh mengapa? Karena eh karena….di situlah letak twist nya. Silakan ditonton sendiri biar ikutan kesal hahaha.

Ngemengin soal akting om Richard dan Mas Edward, sama-sama taulah ya sapa beliau-beliau tersebut. Yang jelas di film ini, dimana Mas Ed masih tampak muda belia, udah ketauan bgt jagonya haha. Bisaan lah dia sih ya.

Pokoknya film lawas ini seru dan menarik keseluruhannya. Ibarat Law n Order versi niat. Haha.

Advertisements

Bikin Minyak Kelapa

Minyak Kelapa bisa dibilang sedang hits lagi. Kalo suka main pinterest, sempat kemaren-kemaren banyak yang sharing mengenai banyaknya kegunaan si minyak kelapa ini. Mulai dari urusan kecantikan, perawatan badan, muka, sampe buat obat tradisional. Bahkan minyak kelapa ini jauh lebih sehat daripada minyak sawit buat dikonsumsi. Dulu orang-orang banyak yang make minyak ini buat masak (kata si Mama). Disebutnya minyak arau. Kalo sekarang kalah saing kali ya sama minyak sawit.

Karena alesan tersebut, maka saya putuskan untuk bikin minyak kelapa sendiri. Soalnya kayaknya bakalan perlu dan kalo beli agak susah nyarinya. Gak yakin juga akan keperawanannya. Ahsyiiikk :p

Maka bersama Mama, dipersiapkanlah bahan utamanya. Yaitu santan dari 10 buah kelapa yang udah tua. Ingat….ingat….ingat…!! Harus yang udah tua! Biar ntar ada minyaknya. Haha.

Kira-kira santan dari 10 buah kelapa itu beratnya 2.5 kg.

Cara bikinnya gampang (sok). Nyalain kompor, masukkan santan ke wajan, masaklah dengan api sedang sambil terus diaduk sampe bawah. Ingat….ingat….ingat….! Harus sampek dasar kuali loh ya ngaduknya. Kalo gak ntar gosong dan berkerak.

Terus…ya udah. Gitu aja. Hahaha. Masak terus aja, ntar lama-lama akan keluar minyak bening seperti embun pagi di sela-sela ampas yang berwarna kecoklatan. Halah. Emang agak lama. Kalo mau santai ngerjainnya, masak dulu sampe mendidih santannya. Terus berhenti. Ntar disambung lagi. Istirahat. Terus sambung lagi.

Setelah keluar banyak minyaknya, saring deh tuh. Tapi yah antara minyak dan ampas yang dihasilkan, perbandingan jumlahnya bisa dibilang 50:50.

Kurang lebih begini penampakannya di wajan:

image

Ini minyak kelapa yang sudah disaring:

image

Dan baru tau deng ternyata santan itu aslinya rasanya manis ya. Wangi pulak. Bedaaaaa sama pembuatan minyak sawit yang bauknyaaaaaa minta ampun.

Huehehe soal ketahanan minyak ini belum tau juga. Untuk menghindari ketengikan dini, sekarang lagi disimpan di kulkas. Mudah-mudahan awet ya 😉

Menjelang Maghrib

Detik ini sedang takjub memandang langit biru dengan semburat jingga berhiaskan pelangi tipis karena baru selesai hujan. Kemudian muncul sekawanan burung berperut kuning yang aku gak tau jenisnya apa. Banyak. Ramai. Indah. Ah sayangnya kamera hp gak bisa menangkap moment ini dengan sempurna.

Hahaha :p