Review Resep: Ikan Bakar Rica Sunda

Holla!
Di hari yang cerah ini saya nyobain resep dari koleksi buklet senior lagi, yaitu Gurame Bakar Rica Sunda. Diambil dari bonus majalah Kartini No. 2015 berjudul “Yang Nikmat dari Pondok Ikan Gurame”.

Berikut resepnya:
image

Hehe berupa gambar biar praktis :p

Lagi-lagi tadi saya bikinnya gak persis spt resep di atas. Ada perubahan sbb:
– Gurame diganti dengan ikan Nila karena mahal
– Untuk bumbu yang ditumbuk kasar, saya tambahin rawit kira-kira 5 buah dan setengah buah tomat
-Ketika bumbu kasar tsb ditumis, saya tambahin juga 1 lembar daun jeruk
-Sari jeruk instan saya ganti dengan perasan lemon
-Karena saya pengen ikannya agak berwarna, selain dibalur dengan asam dan garam, saya tambahin juga bumbu halus berupa jahe dan kunyit.

Hmm jadinya ikan Nila Bakar Rica Sunda yang segar! Suka sekali sama aroma jeruk2an di ikannya. Pedasnya juga pas. Sayangnya karena keterbatasan alat, saya bakarnya pake double pan. Matengnya sih pas. Tapi karena sering saya bolak balik, bentuk ikannya jadi gak sophisticated wkwk. Malah kayak ditabrak lari gt x)

Syukurlah kebocetan ikan tsb cuma di satu sisi. Sisi satunya lumayan, jadi ketutup.

image

Ckckck. Tampak memprihatinkan. Tapi yakinlah ikan ini memiliki inner beauty, yaitu citarasa yang tinggi hahaha.

😉

Bebas?

There’s no such thing as freedom of speech.

Liat aja berapa banyak orang-orang yang diserang gara-gara sembarangan bebas ngomong. Sejak jaman dulu. Bahasannya bisa apa aja.

Pantesan kita disuruh mikir sebelum ngomong. We never know how people will react. Apakah orang akan tersinggung, marah, cuek, atau malah mendukung. Tapi langkah paling amannya jelas mengendalikan diri termasuk omongan.

Jadi bisa disimpulkan prinsip seperti ini tidak berlaku dalam kehidupan nyata:

image

Bayangkan kalo Pak Calon Hakim yang lagi tenar gara-gara guyonan gak lucunya itu ngomong kayak begitu.

Jadi ingat di timeline twitternya, Farid Gaban dan Alissa Wahid pernah diskusi soal apakah kita bisa berpakaian sesukanya tanpa peduli apa dampak sosial dan akibatnya. Menurut mas Farid, pemikiran kayak gitu egois sekali. Dan kasus perkosaan itu sendiri memang mutlak kesalahan pelaku, tidak ada pembenaran untuk kelakuan mereka, namun kita bisa mencegah dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kasus tsb dari mengatur cara bergaul, berpakaian, dll.

Sebagaimana ibu-ibu kalo gak mau dirampok perhiasannya, emasnya, jangan dipake mencolok dan sembarangan lebih-lebih di tempat umum. Meskipun dia berhak, mampu, dan sanggup untuk berhebring ria.

Seenggaknya tuh kalo kita udah berjaga-jaga, berhati-hati, namun pada akhirnya kecolongan juga, kita bisa memperkecil kemungkinan menyalahkan diri sendiri lalu stress. Ibarat menjaga unta, meskipun kita percaya Allah akan menjaganya, tapi kalo ditinggal di luar harus tetap ditambatkan. Apabila hilang juga, artinya kita harus ikhlas soalnya itu berarti udah takdir. Harga mati udah.

Bener gak? Ini banyak sok taunya dan penuh opini pribadi sih. CMIIW, please.

Peace 😉

Posted from WordPress for Android

Review Resep: Ayam Goreng Sukabumi

Asik.. Sok-sokan dulu ah mau berbagi resep x) Biasalah sindrom cewek2 baru kawin, sukanya posting masakan-masakan bikinannya mentang2 baru bisa masak bihihik.

Dan barusan ini saya mengaplikasikan resep dari Bonus Masakan Kartini No. 2059 berjudul 8 Resep Ayam Goreng & Panggang Nusantara warisan mamak.

Alhamdulillah berhasil. Yay!

Ini dia resepnya. Karena males ngetik, cukup difoto aja dari bukletnya xixixi.
image

Mudah-mudahan jelas ya karena ini fotonya pake handset huehehe. Untuk foto hasil masakannya gak ada soalnya lupa dan keburu habis dimamam. Huehehe.

Btw untuk bahannya ada modifikasi dikit. Yaitu pada prakteknya gak pake bunga kecombrang karena gak tau bunga apaan itu. Setelah googling, baru tau kalo itu nama lainnya Honce. Tetep aja lagi gak ada bahannya :p Terus tadi sengaja ditambahin 1 butir kemiri, soalnya kata masterchef dari Duri, kemiri bagus buat lunakin ayam.

Setelah dimakan resep ini berasa mirip opor ayam. Bedanya gak pake santan, porsi kemiri lebih dikit, dll. Hehe. Tapi lezat kok. Worth tryin’! 😉

Posted from WordPress for Android

KINGSTONE!

Alias Baturaja.
image

Kota ini tadinya saya pikir kayak Kandis. Haha. Kayak udah pernah menjelajahi Kandis aja yah padahal selama ini cuman numpang lewat aja kalo menuju Pekanbaru :p

Baturaja ternyata alhamdulillah gak Kandis-Kandis amat (yay!). Lebih mirip Duri lah hahaha. Kebayang selama ini cuman daerah lintas yang masyarakatnya cuma tinggal di sekitar jalan raya lintas Sumatera aja, eh gak taunya lumayan rame penduduknya 🙂

Belum ada sebulan saya di Baturaja. Jadi belum ketauan apakah saya betah tinggal disini atau gak haha. Kalo sejauh ini masih enjoy dan menikmati. Tinggal di daerah yang baru, ketemu orang-orang baru, lingkungan baru, semuanya masih terasa seru. Semakin seru karena untuk pertama kalinya dalam hidup, saya akhirnya masak sendiri, ke pasar tradisional, beli ayam, ikan, bersihin mereka, waw! Super sekali.. Karena canggihnya disini tuh gak ada yang jual daging kayak di supermarket itu loh yang udah bersih dan cantik. Fufufu.

Di sini juga saya belum nemu tempat kongkow yang unyu dan asik selain kontrakan sendiri.

Wkwkwk.

Rutinitas baru sebagai IRT di Baturaja ini membuat saya makin salut sama mama dan mama mama lain yang udah jago ngurusin keluarga, terlepas dari apakah mereka berkarir atau enggak. Karena susah-susah gampang juga ternyata. Kebanyakan multitasking dan harus mantep time management nya :))

Kingstone mudah-mudahan jadi rumah pertama kita yang menyenangkan, menentramkan, dan penuh suka cita.

Habibie dan Ainun

Sesungguhnya film ini menurut orang-orang adalah film yang mengharukan dan bikin air mata berlinang. Sayangnya saya sama sekali gk dapet feel kayak begitu gara-gara nontonnya sama suami tercinta yang tukang komen segala –”

Pertama, dia nyela Reza Rahadian yang aktingnya dikasi gelar summa cum laude sama Pak Habibie saking mantepnya, dibilangin kayak Mr.Bean cobak zzz. Padahal dia keren lagi tampan dan rupawan gitu kan?! Alhasil sepanjang film bawaannya pengen ketawa juga krn malah beneran kebayang Mr. Bean wkwkwk.

Kedua, ada iklan yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah film wkwkwk. Asli emang ganggu sih. Masak itu film jaman kapan ya settingnya eh udah ada gericokolatos. Bener gak ya itu haha.

Ketiga, apa ya.. Ada ajalah pokoknya yang krik krik..

Sehabis nonton, besoknya dia bertanya2.. “Orang-orang nangis nonton ini pas bagian apaan ya, Nyun?”

Zzz.

Posted from WordPress for Android