Dibuang Sayang

Seharian ini saya berusaha ngerapihin kamar. Beberes sisa-sisa pengerjaan TA, arsip-arsip gak guna, dan ngelompokin barang-barang mana yang mau dipulangin ke rumah di Duri.

Jujur aja, ngeberesin kamar ini kegiatan yang mengasyikkan sekaligus menyedihkan. Karena saya tipe orang yang sayang buat ngebuang barang-barang yang menurut saya suatu hari nanti bakal diperlukan. Minimal perlu buat dikenang. Hahaha. Jadi udah gak heran lagi kalo tadi saya sampe nemu:

KARTU TANDA PESERTA SELEKSI MAHASISWA BARU BERSAMA. Yaitu kartu tes masuk STT Telkom tahun 2006. Lengkap juga dengan formulir-formulir SMBB waktu itu sampe jadwal kegiatan mahasiswa barunya, mulai dari PDKT sampe mentoring.

KARTU PRAKTIKUM. Mulai dari praktikumFisika Dasar,Teknik Digital, Microprosessor dan Antarmuka, Rangkaian Listrik, Elektronika,Pengolahan Sinyal Digital, Sistem Komunikasi, Switching,dan Dasar Transmisi. Sebagian kartu masih ada sama fotonya segala zzzz. Jadi ingat jaman-jaman suram ngerjain TP sampe subuh sehingga suka ketiduran di kelas pagi. Ngapain coba ngerjain TP sampe subuh??!! Hahahahhaa.Hanya mahasiswa semester segitu yang paham. Oiya dikumpulnya juga sebelum jam 7 pagi. Ckckckc niat..niat.

Buku Profil UPT Perpustakaan STT Telkom. Hahahaha ini pas awal-awal masuk kuliah dulu mahasiswa baru disuruh ikutan semacam orientasi perpustakaan gitu. Haha masih ada aja.

BUKTI TRANSFER. Mulai dari transfer uang masuk kuliah pertama kali, transfer uang kuliah semester reguler, sampe semester pendek. Hahahahazzzzzz.

KARTU STUDI MAHASISWA. Mulai dari KSM reguler sampe semester pendek. Berbagai semester dan berbagai tahun. Meskipun gak lengkap. Mulai dari Ka BAA nya pak Lisol Hadiwijaya sampai Bu Rita Magdalena. Hahahaha.

Arsip-arsip Kerja Praktek. Huff.

KARTU PERWALIAN warna kuning yang masih perawan hingga kini tak tercemar sedikitpun sama tinta. Hehehehhehe. Tercemar sih dikit.

Berkas-berkas TA. Korban-korban salah ngeprintlah, kertas-kerta bekas dibikin Braille buat data TA, daaaaaan lain sebagainya. Huhuhu kenyang deh ni pemulung kertas.

Semua berkas-berkas ini saya kumpulin tadinya dalam map plastik. Pas diliat isinya.. WOW. Hahahaha. Dulu saya kebiasaan ngumpulin macam-macam berkas habis registrasi semesteran sih. Sekarang saatnya berkas-berkas ini istirahat dalam damai di tangan yang seharusnya, yaitu pemulung kertas dan pendaur ulangnya.

Selamat jalan saksi-saksi bisu yang menemaniku dari tahun 2006 :’)

 

“They say that time assuages..”

They say that time assuages

Time never did assuage

An actual suffering strengthens

As sinews do, with age

 

Time is a test of trouble

But not a remedy

If such it prove, it prove too

There was no a malady

-Emily Dickinson (1830-1886).

 

Taken from theΒ Selected Poems of Emily Dickinson.

Reign Over Me (2007)

Film ini, meskipun ditonton berulang-ulang, tetep aja gak ilang-ilang sedihnya.

Picture from imdb

Berkisah tentang Charlie Fineman (Adam Sandler) yang kehilangan keluarganya karena tragedi 11 September. Semenjak kejadian itu, Charlie seolah menarik diri dari dunia nyata. Semacam gak mau menghadapi kenyataan gitu. Karena keluarganya dulu bisa dibilang sempurna. Dengan isteri, anak-anak, dan anjing kesayangan.

Yang bikin sedih, orang tua isterinya, seolah ngeliat Charlie kayak ngelupain keluarganya. Karena dia gak mau dengar cerita tentang keluarganya dan gak mau liat foto-foto isteri dan anak-anaknya. Pokoknya dia selalu menghindari pembicaraan masalah keluarganya.

Hingga tibalah adegan yang paling bikin nangis ini. Hikssss.

“I don’t need to talk about her or look at pictures… ’cause the truth is, a lot of times, I see her… on the street. I walk down the street, I see her in someone else’s face… clearer than any of the pictures you carry with you. I get that you’re in pain, but you got each other. You got each other! And I’m the one who’s gotta see her and the girls all the time. Everywhere I go! I even see the dog. That’s how fucked up I still am! I look at a German shepherd, I see our goddamn poodle. All right… All right…”

Huaaaa emosional! Sesedih itu loh ya ditinggal keluarga. Gak kebayang sama sekali 😦 Si Adam Sandler di film ini juga kayak menjiwai perannya dengan maksimal. Dibandingkan film-filmnya dia yang lain, saya paling suka dia pas main di film ini. Benar-benar menunjukkan orang yang terluka. Huhuhu T.T

Iseng

Hahahaha. Iseng-iseng tadi main youtube dan nemu beginian.

Mungkin gak terlalu detail. Kalo mau belajar lebih dalam tinggal beli buku aja atau ambil kuliah di Teknik Telekomunikasi. Hahaha. Tapi lumayanlah ini untuk review singkat buat jaga-jaga wkwkwk πŸ˜€

Keren juga channel si Rohit Academy ini :p