Young and Free

Wew, it’s been a month being a jobsicker eh jobseeker :p

Sebulan wisuda dan jadi tanggungan negara rasanya useless gini ya! Hahaha. Pahit getirnya mencari kerjaan mulai kerasa, semacam lagunya Iwan Fals “Sarjana Muda” (lebay). Padahal nyari kerjaan sekarang gak setragis jamannya si Doel juga sih, bawa-bawa map dari satu kantor ke kantor lain, di Jakarta pula. Bah. Haha thank God for technology sehingga apply kerjaan bisa online sambil bobok-bobok di kasur. Tapi tetap aja sih tragis karena saingannya sekarang ampun-ampunan, apalagi untuk lowongan-lowongan yang bisa lintas jurusan. Yang konon menurut film 3 idiots hal tersebut gak baek hahaha. Tapi ya gimana namanya juga butuh dana buat hidup.

Hehehe.

Seperti yang dibilang pendahulu-pendahulu sebelumnya, butuh ekstra kesabaran untuk menanti kerjaan. Bwahaha. Lagi-lagi sabar. Patience. Gak di Al Qur’an, hadits, pesan orang tua, bahkan di Star Wars pun berkali-kali “patience” ini disebut-sebut sama para Jedi, bahkan oleh The Emperor. Dan jadi judul lagu Guns N Roses pula :))

All we need is just a little patience..

Ok. Sabar.

Hmm lantas untuk mengisi waktu yang sangat luang ini, selain dengan apply kerjaan, saya juga ngisi kegiatan dengan menonton banyak film-film lama hehe. Nonton ulang film-film yang udah dibakar, nonton ulang serial korea yang banyak itu, nonton ulang Star Wars dari I-VI, nonton film yang udah didonlod dari kapan taun, nonton apa aja boyeh. Ah.. kalo aja nonton satu film dibayar sepuluh ribu kan lumayan juga nih wkwkwk.

Ngomong-ngomong bulan April udah mau beres aja. Artinya sepertiga tahun ini akan segera berlalu. Dan kalo diliat lagi wishlist 2011 yang penuh harapan dan target macam-macam, agak speechless dan pengen nangis juga. Soalnya dari 15 point, baru tercapai yang nomor 1. Hiks.

Dan o.O ternyata nyari kerjaan itu jadi point terakhir no 15.

Ups.

Hmm.

Hpppffhhh.

😐

Mungkin bisa ngejar target-target yang lain dulu kali ya.

Mudah-mudahan bisa melalui fase ini dan dapetin jalan yang terbaik 🙂

Young and Free

Persamaan Tekanan dalam Kehidupan

Belakangan untuk ngapdet blog ini agak kurang napsu. Kenapa ya? Padahal gak ada kerjaan juga. Malah waktu jaman-jamannya TA bulan Januari Februari kemaren, dimana 24 jam terasa sangatlah kurang, justru rajin posting macem-macem.

Setelah dipikir-pikir, mungkin seperti rumus tekanan, dimana:

p=F/A

Atau Tekanan (p) adalah perbandingan Gaya (F) dan Luas Permukaan (A). Sehingga kalo dibalik berarti:

F=p.A

Dengan demikian:

Gaya sebanding dengan tekanan dikali luas permukaan.

Berarti:

Dengan luas permukaan (A) atau ruang lingkup kehidupan yang tetap dan konstan yaitu permukaan bumi,

apabila semakin besar tekanannya (p) yaitu kondisi stress, tertekan, atau frustasi,

semakin besar juga Gaya (F) yang dihasilkan. Alias makin banyak gaya. Alias makin banyak kelakuan. Alias makin banyak yang dikerjain.. Alias makin banyak yang dihasilkan. Misalnya postingan blog dll.

Wakaka. Pulut. Cem betul aja.

Persamaan Tekanan dalam Kehidupan

Hwyl Fawr

Iseng tingkat lanjut:

1. Buka google translate

2. Pilih konversi bahasa dari English ke apa aja boleh.

3. Cari kata yang gloomy, melankolia, yang dalem, bebaslah sesuka hati.

4. Translate.

5. Search di youtube hahahha kali aja ada lagunya wkwkwkkw.

Kebetulan sekali saya nemu lagu bagus wakaka. Judulnya Hwyl Fawr, Ffarwel. Hasil translate kata Goodbye ke dalam bahasa Wales hahahaha.

Hwyl fawr, ffarwel

Blas, roedd hi wedi cael blas ar rywbeth gwell
Gweld, dwi’n gweld hi yn symud i rywle pell

’Run diferyn ar ôl yn y botel
Lle ’raeth y wefr o fod mor uchel?
Mor anodd yw gollwng gafael
Ond dianc wna i, a hynny’n dawel

Hwyl fawr, ffarwel.

Byth di gorfod cymryd cam mor fawr
Ond roedd ewyllys fy nrhaed mor ddu
A’r esgid fach yn gwasgu
Mewn lle nas gwyddost ti
Mewn lle nas gwyddost ti

Hwyl fawr, ffarwel
Hwyl fawr, ffarwel.

Semacam lagunya agak sendu gitu.

Haha. Enjoy!

Hwyl Fawr

Hari Kartini

Jalan Kartini di Belanda. source: http://www.rnw.nl

Selamat hari Kartini untuk setiap perempuan di Indonesia 🙂

Semoga perjuangan beliau di masa lalu dan gebrakannya terhadap hak perempuan atas pendidikan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

BTW baca di wikipedia, rupanya beliau ini pemikirannya mirip-mirip John Lennon juga ya.

“Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya.  Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. “…Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu… Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.”

Hmmmmmm.

Hoam.

Hari Kartini

Wristcutters: A Love Story (2006)

Here’s the deal. As long as you want it so bad, it’s not gonna happen.

The only way it’s gonna work is if it doesn’t matter.“-Kneller


Ceritanya tentang kehidupan Zia setelah mencoba bunuh diri. Gak taunya setelah kematian itu dia ditaro di suatu tempat asing dimana orang-orang yang bunuh diri dikumpulkan. Di tempat ini Zia ketemu Eugene dan Mikal yang jadi teman seperjalanannya mencari Desiree, mantan pacarnya Zia yang ternyata ikutan bunuh diri. Zia juga ketemu orang-orang yang punya kisah kematian beda-beda, ngeliat miracles yang terjadi, dan keanehan lainnya. Bahkan di kehidupan barunya ini Zia jatuh cinta lagi.

Seperti tagline filmnya, ” Love will always exist, even after you’ve “offed” yourself“.

Mikal: You know what? Most of the people that I knew before I got here were either half dead or just completely dead already. You know, completely dead. And you’re doing pretty good, Zia. 
Zia: You think so? 
Mikal: Yeah, definitely. 


What an outstanding love story! 😀

Funny yet romantic. Dan Patrick Fugit pula yang main :”>

Kasi 8 dari skala 10 \ 😀 /

Wristcutters: A Love Story (2006)