Orang Gila

Kira-kira sekitar setahun yang lalu, saya pernah posting puisinya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Sajak Orang Gila” di notes Facebook. Soalnya waktu itu lagi ngetrend ketemu orang gila di jalan. Ternyata ini bukan trend biasa yang berlalu dalam waktu singkat, soalnya hingga saat ini masih sering saja saya ketemu sama orang gila, lebih-lebih di Jl. Buah Batu Bandung.

Puisinya seperti ini.

SAJAK ORANG GILA

I
aku bukan orang gila, saudara
tapi anak-anak kecil mengejek
orang-orang tertawa

ketika kukatakan kepada mereka: aku temanmu
beberapa anak berlari ketakutan
yang lain tiba melempari batu

II
aku menangis di bawah trembesi
di atas dahan kudengar seekor burung bernyanyi
anak-anak berkata: lucu benar orang gila itu
sehari muput menangis tersedu-sedu

orang-orang yang lewat di jalan
berkata pelan: orang itu sudah jadi gila
sebab terlalu berat menafsir makna dunia

III
sekarang kususuri saja sepanjang jalan raya
sambil bernyanyi: aku bukan orang gila
lewat pintu atau lewat jendela
nampak orang-orang menggelengkan kepala mereka:
kasihan orang yang dulu terlampau sabar itu
roda berputar, dan ia jadi begitu

IV
kupukul tong sampah dan tiang listrik
kunyanyikan lagu-lagu tentang lapar yang menarik
kalau hari ini aku tak makan lagi
jadi genap sudah berpuasa tiga hari

tapi pasar sudah sepi, sayang sekali
tak ada lagi yang memberikan nasi
ke mana aku mesti pergi, ke mana lagi

V
orang itu sudah lama gila, kata mereka
tapi hari ini begitu pucat tampaknya
apa kiranya yang telah terjadi padanya

akan kukatakan pada mereka: aku tidak gila!
aku orang lapar, saudara

VI
kudengar berkata seorang ibu:
jangan kalian ganggu orang gila itu, anakku
nanti kalian semua diburu

orang kota semua telah mengada-ada, aduhai
menuduhku yang sudah gila
aku toh cuma menangis tanpa alasan
tertawa-tawa sepanjang jalan
dan lewat jendela, tergeleng kepala mereka
kurus benar sejak ia jadi gila

Yogyakarta, ā€˜61

 

Tadi pas di angkot buah batu, lagi-lagi ketemu sama orang gila. Dari atas angkot terlihat laki-laki umur 40an gitu, nah udah gak jelaslah gayanya. Terus tadi dia mau ngambil batu yang ada di sebelahnya. Ukuran batunya kira-kira sebesar kepala anak kecil. Jadi bisa dibilang lumayan berat. Kirain batu itu mau dimakan. Tapi pada akhirnya dia gak jadi ngangkat tu batu soalnya mungkin berat ya. Kalo ringan dan kecil saya rasa udah masuk mulut. Hmmm sangat sotoy.

Habis itu jadi penasaran. Ditambah lagi dengan sajaknya Pak Sapardi ini. Kira-kira apa yang dipikirin orang gila itu ya? Jangan-jangan dia kira dia yang waras dan kita ini yang gila. Dia sebenarnya berpikir atau enggak ya? Dan soal perasaan, apa mereka masih peka? Kalo gak mikir, gak mungkin mereka cari makan. Iya kan? Apa konslet-konslet gitu kali ya. Jadi pikirannya terganggu, tapi cuma sebagian. Hahaha. Mungkin nantik coba nanya-nanya aja sama teman-teman calon psikolog atau psikiater atau dokter syaraf.

Tapi gimana mereka menjalani hidup? Mereka pasti orang paling selow dan woles sedunia hahaha. Let it flow udah sering kita dengar sebagai motto dan prinsip hidup yang di quote orang-orang waras, tapi sepertinya cuma orang gila yang bisa mengamalkan dengan sempurna.

Hmm mungkin kalo mau hidup santai maksimal harus berguru pada orang gila hahaha.

Orang Gila

4 thoughts on “Orang Gila

  1. ….inilah keadilan dunia.šŸ™‚
    Orang normal menganggap orang gila itu sakit jiwa, padahal orang gila tersebut menganggap dirinya normal2 aja.šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s