D U R I*

Sepanjang masa ngeblog, belum pernah rasanya saya nyeritain kota alias kecamatan yang membesarkan saya hingga kini.

 

source: skyscrapercity.com

 

Riau, setahu saya, adalah salah satu provinsi yang turut berjasa memberikan devisa yang besar kepada negara sebagai penghasil minyak. Saya tumbuh dan dibesarkan di Duri, sebuah kota kecil yang jarang-jarang masuk Atlas seolah kurang diakui wkwkwk, padahal di bawah tanahnya -setahu saya- mengandung cadangan minyak yang lumayan banyak berbarrel-barrel dan di atas tanahnya tumbuh berhektar-hektar sawit sebagai penghasil minyak sawit. Minyak mentah ini, kalo gak salah adalah yang terbesar se-Indonesia. Itu yang saya ingat sewaktu SMP dulu pas belajar geografi. Sekarang gak tau juga, apakah produksi minyaknya udah semakin turun atau gimana.

Tapi, yang jelas, Duri dan sebagian besar daerah di Riau ini kondisinya cukup memprihatinkan.

Pertama, kondisi jalan raya. Seumur-umur hidup di Duri, saya sekeluarga gak pernah puas sama jalan aspalnya. Bentar-bentar rusak. Itu baru jalan raya di dalam kota. Untuk jalan raya lintas daerah lebih OFF lagi kondisinya. Misalnya lintas Pekanbaru-Duri. Mengingat truk-truk raksasa suka lewat, jadi gak heran juga sih. Apalagi menurut seorang teman, kondisi tanah di Riau (Esp. Duri), kemungkinan emang gak bagus buat diaspalin. Bikin aspalnya gampang rusak. Tapi mestinya diakalin dong, dicari takaran aspal yang baik untuk jalan lintas dan kondisi tanah seperti itu. Kan udah bertahun-tahun, masak gak belajar dari yang udah-udah sih? Ya kan? Mungkin bisa dibagusin standar aspalnya? Tau deh kalo dananya emang kepake buat hal-hal lain. ZZzzz.

 

source: skyscrapercity.com

Btw, rusak yang saya maksud di sini bukan sekedar bopeng-bopeng kecil kayak wajah yang lagi jerawatan loh, tapi betul-betul cacat, sampe bergelombang bersenti-senti, dan berpotensi meningkatkan kasus kecelakaan. Nanti kapan-kapan saya kasi dokumentasinya disini.

Beritanya bisa dibaca di sini, sini, sini, atau search aja google dengan keywords “Kondisi jalan di Riau”. Pasti yang keluar seputar kerusakan. Fufufu.

 

Yang kedua, krisis listrik. Ini juga udah mengabad kasusnya. Dari jaman saya SD dan suka nelpon ke 123 lalu minta si operator nyalain listrik, sampeeee sekarang saya udah mau lulus kuliah dan ngerti kalo operator 123 itu gak mampu nyalain listrik. Hahahaha. Yang terakhir paling parah pas tahun 2009. Pemadaman bisa sampe 12 jam dalam sehari (sumbernya adalah keluarga di sana dan berita dari sini). Akibatnya hampir setiap rumah tangga di Pekanbaru terpaksa beli Genset demi memenuhi kebutuhan listriknya. Dan baru-baru ini dikabarkan PLN sedang melakukan perluasan jaringan, sehingga kejadian lagi deh itu pemadaman bergilir sekitar 9 jam sehari (sumbernya dari sini). Kemungkinan besar penyebabnya adalah minimnya infrastruktur kelistrikan dan pasokan listrik Riau yang hanya bergantung dari PLTA (sumber dari sini). Jadi kalo udah kemarau dan kekeringan, siap-siap aja puasa listrik. Yah mungkin next time bisa dikembangkan teknologinya dengan memanfaatkan nuklir. Atau solar cell aja kali ya ntar kalo udah murah.

Eh tapi baca di sini, katanya PLTU yang rusak mau dibenerin dan di sini katanya mau dibangun PLTD di Dumai dan PLTG di DURI! Hahaha. Mudah-mudahan bisa jadi solusi untuk krisis energi yang berkepanjangan ini dan tak sekedar wacana ya.

 

Dan terakhir, krisis BBM. Ini ironis sekali. Terdengar sangat absurd, mengingat Duri itu sendiri adalah penghasil minyak mentah terbesar seIndonesia (kata wikipedia sampe 60%). Jadi entah gimana ceritanya bisa sampe kekurangan. Apakah ada masalah dalam pengolahannya, distribusinya, atau apa, tentu saja masyarakat awam sulit mengerti dan gak terima. Kan kita taunya daerah kita ini sumber minyak. We dont know and we dont care, pokoknya kelangkaan BBM ini tidak seharusnya terjadi. Kecuali ada penjelasan yang betul-betul masuk akal sehingga bisa dimaklumi. Beberapa hari ini, harga bensin eceran bisa sampe 20 ribu per liter. Antrean di SPBU tampak menyeramkan. Bisa dibaca beritanya di sini, sini, dan sini. Sore ini, baca situs berita, katanya udah mulai lancar lagi pasokan BBM nya. Fyuh. Mudah-mudahan gak kejadian lagi.

 

Selain kasus-kasus di atas, masih banyak kayaknya kasus lain menyangkut kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di daerah Riau. Belum lagi untuk kasus Illegal Logging dan bakar hutan seenak jidat sampe asapnya kemana-mana, sampe-sampe dulu saat masa sekolah selalu ada istilah “libur asap” karena bahayanya kondisi udara. Jadi kalo dilihat-lihat mungkin hampir sama mirisnya sama kondisi di daerah Papua sana. Provinsi yang kaya akan hasil alamnya, tapi kesejahteraan penduduk aslinya justru masih jadi pertanyaan. Atau kalo kita lihat dalam skala yang lebih besar, memang seperti itulah keadaan bangsa Indonesia yang konon katanya kaya raya ini. Disetir.

Gak tau juga mau nyalahin siapa untuk krisis-krisis dan masalah di atas. Basi kayaknya kalo mau bawa-bawa pemerintah karena saya sendiri gak punya data dan bukti. Di samping, hal itu juga kayaknya udah jadi rahasia umum. Cukup tau sama tau. Apalagi tanpa kita sadari, jangan-jangan kita juga turut berpartisipasi memperkeruh keadaan.

Apapun itu, semoga semuanya bisa diatasi. Supaya anak cucu kita nanti bisa ngerasain asyiknya hidup di Duri, Riau, Indonesia.

 

*Opini saya, dengan tambahan dari berbagai sumber yang udah disisipkan linknya.

 

Cuci mata:

All about Riau: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1158109

Duri (inside the camp): http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=540748&page=17

Duri (outside the camp): http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/07/20/kota-minyak-bukan-jaminan-gak-antri-minyak/

 

D U R I*

4 thoughts on “D U R I*

  1. Hiks… saya juga belom pernah nyeritain tentang kota kelahiran saya, Surabaya…😥

    Hiks.. *lagi* sebuah ironi ya, Riau, yang harusnya berinfrastruktur bagus (karena ladang minyak dan ladang sawit), malah jelek banget jalannya… Harusnya bikin jalan khusus truk ama untuk mobil biasa ya.😐 Jalan khusus truk kualitas aspalnya lebih bagus ketimbang untuk kendaraan biasa.😀

    Listrik… saya kaget lho, pas tahu bisa ada pemadaman listrik 12 jam….😯
    Serius, saya baru tahu ada yang selama itu. Paling lama saya ngerasain dulu di Surabaya pas ada perbaikan gardu listrik di deket rumah, “cuma” enam jam. Itu aja bener2 bikin bete.😐

    1. iyaaa huuhu.. krisis menahun ini Sop..😦
      Dan yang lagi hype belakangan adalah krisis BBM seperti yg suka muncul di berita.. Terakhir baca berita harga premium per liter udah sampe 30 ribu.. Hahaha. Sinting..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s