Opsi

Seandainya memutuskan sesuatu semudah memutuskan pacar*, mungkin gak bakal sebimbang ini ya.

*Kayak pernah aja mutusin pacar -_-” wkwkwkwkwk.

Habisnya memang sulit sih berada di antara pilihan-pilihan, lalu kita dituntut untuk menentukan dan memilih salah satu option yang ada. Huaaaa off abeeesss. Hahahahaha. Tapi menurut dosen pembimbing TA ketika saya masih rajin bimbingan dulu, masih bagusan situasi kayak gitu. Ketika kita diberikan banyak pilihan dan bisa menimbang, kira-kira terbaiknya yang mana. Daripada sama sekali gak punya pilihan. Alias terpaksa memilih apa yang ada.

Hahaha. Ngomong-ngomong soal bimbingan TA, topik semula sebenernya adalah tentang memilih classifier yang ada. Tapi beliau kemudian menghubungkannya dengan realita. Hahaha. Lebih lanjut lagi, pemilihan classifier dianalogikan dengan tips memilih pendamping hidup. Wakwkawkak.

Opsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s