Waktu Sudah Habis

Seringkali

ketika kita sudah mulai merasa nyaman terhadap sesuatu

saat itu pulalah waktu meminta kita untuk beranjak meninggalkannya.

 

Lalu mencari lagi sesuatu yang baru dan asing.

 

Lantas

begitu terasa nyaman,

waktu pun dinyatakan habis.

 

Waktu kembali memaksa kita untuk pergi.

Pergi mencari lagi.

Begitu seterusnya.

 

Oh. Ingin sekali aku minta waktu agar berhenti saja sejenak

Supaya bisa lama beristirahat dalam kenyamanan

 

Tetapi,

bukankah segala sesuatu ini terjadi dalam domain waktu?

 

Ketika kita minta waktu dihentikan

tidak ada yang bisa kita rasakan.

Kecuali beku berkepanjangan.

 

Oh, waktu. Bersahabatlah.

Bandung, 26 Februari 2011

Waktu Sudah Habis

5 thoughts on “Waktu Sudah Habis

  1. moeza22 says:

    waktulah yang membiasakan kita,yang mengingatkan kita bahwa dunia ini hanya sementara dan jangan terlalu menikmatinya..
    tetap bersahaja dengan waktu kawan!

  2. arie may says:

    Waktu tak pernah beranjak darimu, dia selalu menemani, menemani, dan menemani…
    tapi keberadaannya yang semu seolah tiada kesan keberadaan dirinya. Seolah dia meninggalkan kita, seolah aku dan kamu jadi satu abadi… (yang terakhir asal aja nulisnya. tak sepuitis si azam aqnya.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s