Love Poem (Egocentrism)

terima kasih untuk hampir selalu ada
ketika saya butuh pegangan di kala bimbang
ketika saya butuh orang yang bisa dengerin saya marah-marah
ketika saya butuh pelampiasan kalo lagi pms
ketika saya butuh pembicaraan dua arah untuk menentukan pilihan
ketika saya gak ngerti dengan semua ini dan cuma bisa nangis
kamu hampir selalu ada
bahkan ketika saya butuh siapapun untuk disalahkan
terima kasih juga karena tidak pernah merokok (setidaknya bukan di hadapan saya)
tidak pernah protes karena saya pernah gak mandi sampe dua hari (dan kamu malah bilang kalo saya tetap cantik. dan saya gak peduli kalo kamu bohong)
terima kasih karena masih sayang sama saya,
meskipun saya pernah mengalami nasakom,
meskipun saya tipikal calon isteri madesu karena males bangun pagi dan suka tidur kemaleman,
meskipun saya sering ganggu tidur malam kamu cuma buat telpon sebentar gak jelas dan ujung-ujungnya kesel karena kamunya ketiduran, dan saya telpon lagi, seperti romusha masa kini
orang-orang datang dan pergi
tapi kamu masih di sini
terima kasih ya, sayang🙂
-bandung, 2 april 2010-

(Iseng-iseng di hari Minggu yang mendung kelabu asik asoy ini saya ngerapihin file dan folder desktop. Eh ga taunya nemu ginian. Puisi yang saya bikin buat si pacar beberapa bulan lalu. Hehehe)

Cause when you left me on the weekend..
I was crumbling..
At the roots and the stem..
Like a flower dying in the garden..
(On The Borderline-Sally Seltmann)

Love Poem (Egocentrism)

3 thoughts on “Love Poem (Egocentrism)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s